Pacitan –Asosiasi Wali Santri At-Tarmasie (AWSAT) menyerahkan ‘kado’ 100 unit kursi baru (22 Oktober 2025). Bantuan sarana mebeler ini adalah perwujudan nyata dari program prioritas AWSAT, sebuah langkah istiqomah para wali santri untuk mendukung kenyamanan proses belajar buah hatinya. Kado HSN ini diharapkan menjadi penyemangat bagi para santri dalam menuntut ilmu di Pondok Tremas tercinta.
Ketua AWSAT, Dr. Mukodi, S.Pd.I., M.S.I., menjelaskan bahwa pemberian 100 kursi ini bukan spontanitas, melainkan telah disepakati sebagai program unggulan. “Ini hakikatnya adalah program prioritas kami untuk mensuport pondok dalam memenuhi kebutuhan sarana-prasarana,” tegasnya. Ia menambahkan, “total kursi yang telah dibantukan ke pondok telah mencapai 400 dari 1000 yang ditargetkan, semoga bisa memenuhi target”, tuturnya. Langkah ini dilakukan agar para santri dapat berproses ngaji dengan maksimal. Dukungan fasilitas yang baik adalah kunci menuju kualitas mutakharrijin (lulusan) yang unggul.
Program bantuan ini berjalan berkat solidaritas para wali santri. Dr. Mukodi menerangkan, setiap wali santri diwajibkan berinfaq sebesar seratus ribu rupiah. Uang infaq dari wali santri lama maupun baru inilah yang menjadi modal utama AWSAT. Mekanisme ini memastikan semua elemen terlibat dalam pembangunan pesantren. Infaq ini menjadi simbol khidmah (pengabdian) para wali untuk memastikan kegiatan pembelajaran di pondok dapat berjalan secara optimal.
Dana yang terkumpul dari infaq wali santri ternyata tidak hanya untuk kursi. Dr. Mukodi menyebutkan, program ini juga digunakan untuk memberikan beasiswa atau subsidi bagi santri yang tidak mampu. Selain itu, AWSAT turut serta membersamai pondok pesantren dalam pembangunan infrastruktur lainnya. Himpunan dana ini menunjukkan kepedulian yang holistik, mencakup aspek fisik dan juga menjamin kelangsungan pendidikan bagi santri dari segala kalangan.
Dr. Mukodi lantas menghimbau para wali santri yang belum berinfaq agar segera berpartisipasi. “Mohon dapatnya berinfaq agar AWSAT bisa memaksimalkan beragam bantuan dan fasilitasi,” tuturnya. Di sisi lain, Pengasuh Pondok Pesantren, KH. Lukman Hakim Harist Dimyati, mengucapkan terima kasih tak terhingga. “Kami sangat bersyukur atas jerih payah para wali santri. Ini adalah dukungan luar biasa bagi kemajuan pondok pesantren,” tutur beliau.
KH. Lukman Hakim memastikan, kursi-kursi baru tersebut akan didistribusikan ke ruang-ruang kelas sesegera mungkin. Tujuannya agar para santri bisa belajar dengan lebih nyaman, khusyuk, dan tenang. Kado HSN dari AWSAT ini menegaskan bahwa semangat jihad ilmu di pesantren didukung penuh oleh para wali. Sebuah harmoni-kolaboratif yang indah, kepedulian bersama dalam memajukan pendidikan pesantren di kota seribu satu goa ini.