Asosiasi Wali Santri Attarmasi (Awsat) berkomitmen penuh untuk mendukung pembangunan Pondok Tremas Pacitan. Komitmen ini tercermin dalam program kerja jangka panjang yang disusun untuk periode 2024-2027. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Awsat, Dr. Mukodi, dalam pertemuan bersama wali santri dan pengurus pondok, Kamis (26/9/2024).
“Awsat hadir untuk mendampingi para santri agar semakin mendalami ilmu agama (tafaquh fiddin), serta membantu mewujudkan pembangunan Pondok Tremas sesuai rencana induk yang sudah disusun,” kata Dr. Mukodi.
Pria yang juga Ketua STKIP PGRI Pacitan itu memaparkan, berbagai langkah telah dirancang dalam program kerja tersebut, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, pemberian beasiswa bagi santri berprestasi, hingga memperbaiki metode pengajaran bagi para guru.
Program Kerja Awsat 2024-2027
1. Dukungan Pendidikan Santri dan Guru
Awsat akan terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan santri dan juga para pengajar Pondok Tremas. Tujuannya agar para santri mendapatkan pembelajaran yang lebih baik dan mendalam, sesuai dengan prinsip keilmuan agama Islam.
2. Beasiswa bagi Santri Berprestasi
Selain mendukung pendidikan, Awsat juga menyediakan beasiswa untuk santri yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik. Harapannya, beasiswa ini bisa memotivasi santri untuk terus berprestasi dan berkembang di pondok.
3. Wadah Aspirasi Wali Santri
Awsat berfungsi sebagai penghubung antara wali santri dan pihak pondok, sehingga segala aspirasi yang bertujuan untuk kebaikan para santri selama menempuh pendidikan di pondok bisa tersampaikan dengan baik.
4. Peningkatan Kualitas Pengajaran dan Edukasi Wali Santri
Dalam rangka meningkatkan mutu pengajaran, Awsat juga fokus pada pengembangan keterampilan didaktik-metodik para pengajar di pondok. Selain itu, edukasi untuk wali santri juga menjadi perhatian, agar mereka bisa lebih mendukung pendidikan anak-anak mereka melalui berbagai media, termasuk media sosial.
Selain menjalankan program pendidikan, Awsat juga aktif mengumpulkan infaq secara sukarela dari para wali santri. Dana infaq ini nantinya digunakan untuk berbagai keperluan, salah satunya adalah pemberian santunan bagi santri yang meninggal dunia atau terkena bencana.
“Kami memberikan santunan sebesar Rp. 8,5 juta untuk santri yang meninggal dunia atau terkena bencana seperti kebakaran. Ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kami terhadap santri dan keluarga mereka,” tambah Dr. Mukodi.
Dukungan untuk Pembangunan Pondok
Awsat juga tak ketinggalan dalam memberikan dukungan untuk pembangunan infrastruktur Pondok Tremas. Beberapa bantuan yang sudah disalurkan di antaranya:
•100 sak semen untuk pembangunan gedung pondok.
•Rp25 juta untuk mendukung pertemuan wali santri baru.
•Rp40 juta untuk pengadaan 100 kursi belajar bagi santri.
Menurut laporan per September 2024, total dana infaq yang terkumpul mencapai Rp169.991.000. Dari jumlah tersebut, telah dikeluarkan Rp80 juta untuk keperluan pembangunan dan program lainnya, sehingga saldo akhir saat ini adalah Rp110.891.000.
“Semua dana yang kami terima dikelola secara transparan dan digunakan sepenuhnya untuk kemaslahatan pondok dan santri. Kami selalu memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan tercatat dengan jelas,” jelas Dr. Mukodi.
Dengan komitmen yang kuat dan dukungan dari para wali santri, Awsat berharap bisa terus membantu kemajuan Pondok Tremas, baik dari sisi pendidikan maupun pembangunan fisik.
Kerja sama yang baik antara wali santri, pengurus pondok, dan guru diharapkan mampu mendorong Pondok Tremas Pacitan menjadi lembaga pendidikan yang semakin unggul.