Pacitan, 28 Mei 2025 – Asosiasi Wali Santri At-Tarmasie (AWSAT) hari ini menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan fasilitas Pondok Pesantren At-Tarmasie. Melalui Infaq wali santri, AWSAT menyalurkan dana stimulan sebesar Rp. 50.000.000,- yang digunakan untuk pembangunan atap antar asrama santri. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi para santri dalam menuntut ilmu.
Dr. Mukodi, S.Pd.I., M.S.I., Ketua AWSAT, didampingi oleh Bendahara AWSAT, Triyarso, S.Pd.I., menyerahkan langsung dana tersebut kepada perwakilan panitia pembangunan pondok, Mungid, S.Pd.I., M.Pd.
Dalam kesempatan itu, Dr. Mukodi menyampaikan bahwa bantuan ini adalah wujud ikhtiar (usaha) dan kepedulian tulus dari para wali santri. “Meskipun belum maksimal, kami berharap dana ini dapat meringankan beban panitia dalam upaya mereka meningkatkan kualitas layanan pondok. Tujuan kami adalah agar para santri bisa belajar dengan lebih nyaman dan khidmad,” jelasnya.
Lebih dari itu, Ketua AWSAT menjelaskan, “bahwa kedepan, ingsaallah pengurus AWSAT beserta para wali santri senantiasa bahu membahu dalam mendukung pembangunan dan kemaslahatan Pondok Tremas. Semoga para santri senantiasa semangat dalam menuntut ilmu dan para wali santri diberikan kemudahan dalam mencari nafkah dan mencukupi kebutuhan putra-putrinya selama di pondok”, pungkasnya.
Dr. Mukodi juga tak lupa menyampaikan jazakumullah khairan katsira (semoga Allah membalas dengan kebaikan yang beripat) kepada seluruh masyayikh, ustad, dan ustadzah Perguruan Islam Pondok Tremas yang senantiasa mendidik para santri tanpa kenal lelah. Tak lupa, ia juga mengapresiasi tingginya dedikasi mereka dalam meningkatkan beragam fasilitas serta terus berinovasi dalam mewujudkan kualitas pendidikan di Pondok Tremas.
Acara penyerahan yang berlangsung sederhana itu tentunya menjadi penanda atas ‘kehadiran para wali santri’ untuk Pondok Tremas tercinta. Hal ini menjadi bukti nyata sinergi positif antara wali santri dan Perguruan Islam Pondok Tremas demi mencetak generasi muda yang berilmu dan berakhlakul karimah.